Sesamasetan harus saling mengasihi. Mana berani aku melawanmu. Yang benar saja bos. Kau setan terkuat di lembah ini. bahkan korbanmu tak terhitung banyaknya. Begini saudaraku, aku lebih tahu tentang orang itu, karena akulah yang menyebabkannya terdampar ke neraka ini. Rhadamantus Kau mempermainkan aku setan banci. Katasifat yang dapat digunakan dalam naskah drama untuk menggambarkan sifat tokoh adalah ramai . dermawan . sejuk . Dermawan adalah sifat seseorang yang suka mengasihi sesama. Jadi, jawaban yang tepat adalah B. 1rb+ 0.0 Tentang Kami; Kontak Kami; Press Kit; Bantuan; Karir; Fitur Roboguru. Topik Roboguru. Hubungi Kami. MengasihiSesama Manusia ----- Dasar bahwa kita harus mengasihi sesama manusia adalah karena Tuhan Yesus telah mengasihi kita terlebih dahulu. Situs ini menyajikan banyak pelajaran mengenai prinsip-prinsip Kristen seperti Keselamatan dari Tuhan, Hidup Kristen, Beriman dalam Tuhan, Kasih dan Pengampunan, Membaca Alkitab, Bersaksi, 10 Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd. Seringkali kita mengalami kesulitan tersendiri dalam pelayanan anak. Panggung boneka merupakan salah satu alternatif metode pelayanan anak yang cukup efektif. Tetapi kesulitan lainnya adalah mendapatkan naskah panggung boneka yang cukup baik. Saya mencoba membagikan naskah panggung boneka yang sedapatnya bisa dimaninkan dengan simple dan ringkas. Selamat menyimak. Sinopsis Tom merupakan seorang anak yang sibuk dengan gadgetnya sehingga tidak mempedulikan sekitarnya termasuk teman-teman dan mamanya. Suatu ketika, di jalan Tom sedang asyik bermain gadget hingga tidak memperhatikan keadaan jalan ketika menyebrang. Tom diserempet motor dan mengalami luka-luka. Untungnya ada Petra dan Meta yang menolong Tom untuk dibawa ke rumah sakit. Di rumah sakit, Tom dibesuk oleh kak Lina, pembina Sekolah Minggu Tom. Kak Lina menceritakan perumpamaan orang Samaria untuk mengingatkan Tom bahwa Petra dan Meta memberikan contoh yang baik untuk tetap mengasihi orang yang pernah melukainya. Kisah orang Samaria yang baik hati menjadi contoh bagi Tom, Petra dan Meta betapa pentingnya tetap mengasihi sesama kita walaupun dia pernah melukai kita. Tokoh Tom Sangat sibuk dengan gadgetnya, sulit diberitahu, keras kepala. Petra Teman Tom, dicuekin oleh Tom ketika meminta tolong diajari Matematika. Meta Teman Tom, tidak ditolong Tom ketika sedang kesulitan membawa buku yang terlalu banyak. Kak Lina Pembina Sekolah Minggu Tom, Petra dan Meta. Mama TomNarator Nah, adik-adik kita akan bersama mendengarkan kisah teman kakak yang bernama Tom. Tahu tidak, Tom itu pintar loh, pelajaran di sekolahnya bagus-bagus. Siapa yang mau kaya Tom? Tom muncul sambil sibuk main gadget. Nah itu Tom, yuk kita panggil dia. Tom .. halo Tom, Tom tidak bergeming. Wah Tom sibuk sama gadgetnya, siapa di sini yang suka bermain Handphone? Ada yang kaya Tom tidak, susah dipanggil kalau sudah sibuk dengan gadgetnya. Ah, kakak kesal dengan Tom, dicuekin, kakak pergi saja ah cari teman yang lain. narator pergi ke belakang Setting Tom masih asyik bermain gadget, muncul mama dari belakang. Musik di setting santai dan tidak ramai. Mama Aduh, aduh, sudah jam berapa ini Tom main HP mulu. Tom, Tom, Tom … Panggil makin mendekat, terakhir HP diambil Tom Ih, mama, kan lagi seru nih. Sudah mau menang tadi tinggal lawan musuh terakhir. Ayo lah ma, kembalikan HP nya. Mama Eh, eh… Tidak bisa, kamu lihat ini sudah jam berapa? Dari pulang sekolah sampai jam 7 malam kamu belum mandi, belum makan, belum belajar. Kalau sudah pegang HP pasti begini, lupa waktu. Tom Yah mama… Kalau mandi mah sekalian besok pagi aja ma, kan dingin airnya. Lagi malas makan juga, masih kenyang, nanti kalau kebanyakan makan takut gendut kaya om di sebelah rumah. Kalau belajar mah gampang, nilai Tom bagus-bagus tuh, apalagi matematika cuma lihat sekali Tom sudah bisa. Siapa dulu dong, Tom gitu loh. Betul ga teman-teman? sambil melihat ke audience Mama Aduh, aduh, kamu ini kalau dibilangin pasti susah dan mengganggap remeh. Sudah, sudah, kalau kamu tidak mau menurut sama mama, tidak mau mandi, tidak mau makan, tidak mau belajar, mama akan sita HP kamu sampai satu bulan. Tom Ihhh, mama begitu deh, jangan disita dong, please ma. Tom janji deh berikutnya pasti mandi, makan dan belajar. Mama Oke, ini yang terakhir ya, berikutnya mama akan sita HP kamu dan ingat tidak ada bawa HP ke sekolah. Tom Tenang ma, Tom kan anaknya penurut, siapa dulu dong, Tom gitu loh. Tom keluar dari panggung kanan dan mama mengikuti Tom keluar Setting di sekolah, jam istirahat, musik riang, suasana riuh di sekolah. Tom keluar lebih dahulu kemudian wayang-wayangan anak sekolah muncul berlalu lalang. Tom terkesan cuek karena sedang sibuk dengan gadgetnya. Petra muncul mendekati Tom sambil bawa buku. Petra Tom, Tom, Tom. Kesal dicuekin kemudian kepalanya menghalangi Tom yang sibuk. Tom Duh, kamu ngapain sih Petra, mengganggu saja. Di rumah mama yang gangguin, di sekolah kamu yang gangguin. Pergi sana Petra. Petra Wah, kamu usir aku kaya kucing saja Tom, aku kan datang mau minta tolong sama kamu. Lagipula memangnya boleh bawa HP ke sekolah. Untung aku tidak laporin kamu sama pak Andi. Tom Lepaskan gadgetnya Wah, kamu sekarang berani lapor-lapor ya. Nanti aku laporin balik kamu pernah nyontek PR aku kemarin. Sudah ah, aku sibuk nih, gara-gara kemarin mama marah jadinya ga tamat gamenya. Petra Tom, bantu aku dong, pelajaran matematika nih, aku nyontek PR kamu juga karena aku tidak bisa. Ayo ajarin aku dong Tom supaya aku mengerti pelajaran Mat ulangan nanti. sambil mendekati Tom Tom Kan aku sudah bilang aku sibuk, kamu belajar sendiri sana. Makanya jadi pelajar jangan bodoh, jadinya merepotkan aku kan. Sudah sana, jangan ganggu aku. pergi meninggalkan Petra Petra Sambil menangis Hu..Hu..Hu.. aku kan cuma minta diajarkan kenapa Tom pelit banget ya sama aku. Hu.. hu.. hu.. sambil berjalan menghilang Setting suasana sekolah, Petra keluar lebih dahulu, musik santai. Tom Huh, kesal banget deh aku. Gara-gara Petra gamenya ga selesai-selesai. Kemarin mama, hari ini Petra. Kenapa sih ganggu orang lagi senang. Meta berjalan melewati Tom sambil membawa buku-buku yang menumpuk dan terjatuh karena tersandung Meta Aduhh.. aduh… kakiku keseleo nih, Tom tolong aku dong, Tom, Tom. Aduhh…aduh… Kemudian datang Petra menolong Meta Petra Kamu kenapa Meta? Bukumu jatuh di lantai semua. Wah kaki kamu bengkak nih. Tom, bantuin Meta nih. Meta Aduhh.. aku tadi tidak sengaja jatuh karena bawa buku dari perpustakaan. Terima kasih Petra sudah menolong aku. Aduhh.. kakiku sakit banget … Petra Mendekati Tom dan mengambil HP nya Tom, kamu jahat banget sebagai teman. Meta jatuh pun kamu tidak mau menolongnya. Cuma gara-gara game kamu tidak peduli sama orang lain. Lihat saja aku akan laporin kamu ke pak Andi. Tom Eh, eh, kok main ambil HP ku. Duh sabar dong, aku pasti bantu, aku tahu kok Meta jatuh, aku pasti menolong. Nanti setelah aku selesaikan dulu level ini. Jangan dilaporin dong. Ayo Met, aku bantuin kamu, nih aku bantu Meta kok. sambil mengangkat Meta. Petra Huh, kalau begini baru dah sibuk bantuin, aku tetap laporin kamu. Masa aku diam saja melihat orang melakukan kesalahan, namanya aku tidak jujur dong. Aku bohong sama pak Andi. Bohong itu kan dosa, betul tidak teman-teman? sambil menyanyikan Bohong..bohong itu dosa Tom lagu setengah dipotong Tom Stop, stop. Aku mau pulang saja, heran sama kalian. Ditolong salah, ga ditolong juga salah. Kalian membuat aku kesal. Tom pergi Meta Petra, sudah aku tidak apa-apa. Aku bisa berjalan pelan-pelan kok. Aku mau kembalikan buku dulu, terima kasih sudah menolong ya. Petra Tidak apa-apa Meta, sini aku tolong bawakan bukunya. Setelah ini kita pulang bersama yuk, makan eskrim di Mang Udin, sekalian aku traktir karena kamu sudah ajarin aku Matematika. Meta Wah asyik. Ayo Petra. Meta dan Petra pergi Setting dalam suasana jalanan, kendaraan banyak berlalu lalang, setting lagu agak menegang. Tom keluar sambil asyik bermain gadget, akan menyebrang jalan kemudian tiba-tiba ada motor menabrak Tom Tom Aduhh…aduh.. aduh… Sakit… sakit … sakit… tolong aku, tolong … Meta dan Petra keluar dan melihat Tom yang sedang kesakitan Petra Meta, lihat itu kayanya Tom deh di pinggir jalan. Kenapa ya? Meta Wah iya betul, kelihatannya dia ada luka di kepala dan kakinya, ayo kita kesana. Petra dan Meta berjalan mendekati Tom Meta Kamu kenapa Tom? Kok kepala sama kaki kamu luka? Tom Aduhhhh… aku ditabrak motor tadi karena saat akan menyebrang aku melihat HP. Aku tidak melihat kalau ada motor soalnya aku lihat jalanan sepi. Aduhh... kakiku sakit. Petra Makanya Tom, kalau HP tuh jangan dipelototin terus. Sekarang kejadian kan ditabrak motor, rasain tuh. Meta Petra!! Kamu kok begitu, teman kita lagi kena musibah loh. Ayo kita tolong Tom, angkat dia ke pinggir dulu, kamu bawa air minum tidak? Wah ini ada HP nya Tom, coba aku telp mamanya. Petra mengangkat Tom kemudian memberikan air minum kepada Tom Petra Ini Tom air minumnya, maaf ya aku malah syukurin kamu kecelakaan. Tom Iya tidak apa-apa Petra, terima kasih kamu menolong aku. Aduh.. kakiku sakit.. Meta Tom tunggu ya, aku sudah beritahu mama kamu, dia lagi ke sini untuk bawa kamu ke rumah sakit. Mama Tom datang kemudian membawa Tom ke rumah sakit siapkan gambar mobil ambulance Setting suasana rumah sakit, musik tenang. Tom menggunakan bantuan tongkat untuk berlatih berjalan dengan mama di rumah sakit. Mama Gimana Tom, kamu sudah bisa lebih enak jalannya? Tom Masih agak sakit mama tapi untuk jalan masih bisa pelan-pelan. Mama Ya, pelan-pelan saja ya, nanti kalau sudah bisa jalan dengan lancar baru masuk sekolah dan kamu bisa melakukan kegiatan yang kamu senangi kaya dulu, bisa bersepeda, main bola, main HP. Tom Ah, sudahlah ma, aku kapok main HP terus, aku keasyikan sampai tidak tahu ada motor lewat. Untung ada Petra dan Meta menolong. Tidak lama terdengar suara Petra dan Meta datang besuk Mama Wah itu Petra dan Meta, ayo ke sini. Kalian datang dari sekolah ya? Petra Iya tante, kami sekalian besuk Tom, gimana kamu sudah lebih lancar jalannya? Meta Iya Tom, ayo cepat pulih supaya kita bisa main petak umpet kaya dulu. Paling seru kalau kamu yang jadi, susah kalau adu lari sama kamu, pasti kalah. Tom Ah kalian ini, buat saya jadi kangen suasana sekolah. Tidak lama terdengar suara pembina SM datang bernama Kak Lina Kak Lina Halo Tom dan tante. Wah ada Petra dan Meta juga ya datang ke sini besuk Tom. Mama Wah Tom banyak yang datang besuk, pasti senang karena sudah hampir seminggu di rumah sakit. Mama ambilkan minuman dan snack ya buat kalian. Kak Lina Wah tante sudah tidak perlu repot-repot. Mama Tidak apa-apa sambil pergi meninggalkan mereka Kak Lina Bagaimana Tom, kamu sudah lebih enak? Tom Iya kak, sudah lumayan, pengen cepat sembuh supaya bisa beraktivitas lagi, semoga sih besok bisa ke Sekolah Minggu. Meta Iya Tom, ayo besok ada Cerdas Cermat Alkitab loh, ada kamu baru seru. Tom Ah kamu Meta, selalu tidak lupa sama aku padahal waktu itu aku jahat sama kamu, tidak peduli dan tidak mau membantu kamu waktu jatuh. Tapi kamu dan Petra mau bantu aku waktu aku diserempet motor. Petra Sudah Tom, tenang, kami sudah memaafkan kok. Kan ini gunanya teman. Kak Lina Wah kalian bagus sekali, mau saling mengasihi seperti apapun keadaannya. Kak Lina jadi ingat satu cerita oleh Tuhan Yesus yang berjudul orang Samaria yang baik hati. Ceritanya begini. Gambar 1 Ada seorang bapak yang sedang berjalan menuju kota Yerikho. Ia berangkat dari kota Yerusalem. Jalan itu amat sepi, yang terdengar hanya bunyi siulannya. Gambar 2 Tanpa diduga, datanglah sekawanan perampok yang merampas semua hartanya dan memukuli bapak itu sampai babak belur. Oh, kasihan, lukanya amat parah! Gambar 3 “Tolong, oh tolonglah aku,” rintihnya. Hari amat panas, dan ia amat kesakitan. Ada seorang imam lewat, tapi … ia segera berjalan menjauhi bapak itu. Gambar 4 Beberapa waktu kemudian seseorang lewat di jalan itu pula. Tapi ia segera menjauhi bapak yang sudah kepayahan karena lukanya yang amat parah. Gambar 5 “Oh, sakit sekali, to… long a…ku,” rasa sakit semakin menyengat. Datang seorang Samaria, ia jatuh kasihan melihat orang yang menderita ini. Gambar 6 Orang Samaria adalah musuh orang Yahudi, tetapi ia tidak mengingat hal ini. Sebaliknya ia segera mengobati dan membawa bapak ini ke penginapan. Gambar 7 Sepanjang malam ia menjaga dan mengobati sang bapak hingga rasa sakitnya berkurang. Dan dua dinar diberikan kepada pemilik penginapan untuk perawatannya. Gambar 8 Itulah contoh kasih yang sejati. Kasih yang diberikan bahkan terhadap orang yang dianggap musuh. Kasihilah sesamamu manusia, demikian Tuhan mengajar kita. Tom Ah, aku jadi malu kak, aku sudah seperti imam yang tidak peduli dengan sesamanya, aku tidak mau ngajarin Petra, aku tidak mau menolong Meta waktu jatuh. sambil sedih Meta Sudah Tom, yuk kita belajar mengasihi sesama kita. Kita saling mengingatkan untuk mau saling peduli dengan sesama kita. Petra Iya Tom, seperti yang dikatakan Tuhan Yesus untuk mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri. Betul tidak teman-teman? interaksi ajak ulang kata-kata Kak Lina Dan jangan lupa, kita bisa mengasihi karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita. Tom Terima kasih teman-teman dan kak Lina. Aku mau belajar mengasihi sesamaku lebih sungguh lagi. Teman-teman ingat ya kita harus mengasihi sesama kita karena Allah lebih dulu mengasihi kita. Muncul mama Mama Wah, kayanya seru nih ya obrolannya. Tom, kamu diminta pindah ke ruang perawatan, dokter mau memberikan obat. Petra Ayo Tom, aku bantu. Petra dan Tom keluar lebih dulu, diikuti Kak Lina, Meta dan terakhir mama. Narator keluar memberikan kesimpulan mengingatkan apa yang menjadi pesan penting yaitu mengasihi sesama karena Allah lebih dulu mengasihi kita. Berikan contoh-contoh. Selasa, 8 September 2020 Baca 2 Korintus 18-11 18 Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. 19 Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati. 110 Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi, 111 karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami. Dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Indonesia c LAI 1974 Hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati. —2 Korintus 19 “Apakah orang-orang masih mendoakanku?” Itu salah satu pertanyaan awal yang diajukan seorang misionaris kepada istrinya setiap kali ia dikunjungi di dalam penjara. Sang misionaris telah difitnah dan dipenjara selama dua tahun karena imannya kepada Tuhan. Hidupnya sering berada dalam bahaya karena kondisi dan kebencian yang dideritanya di penjara, dan umat Tuhan di berbagai penjuru dunia terus mendoakannya dengan sungguh-sungguh. Misionaris itu hanya ingin memastikan bahwa mereka tidak berhenti mendoakannya, karena ia percaya Allah memakai doa-doa mereka dengan cara yang luar biasa. Doa-doa kita untuk orang lain—khususnya mereka yang dianiaya karena iman—adalah anugerah yang sangat berarti. Paulus menyatakan hal ini ketika dalam surat kepada jemaat di Korintus ia menceritakan berbagai kesusahan yang dihadapinya dalam pelayanan mengabarkan Injil. Beban yang dipikulnya “begitu besar dan begitu berat, sehingga [ia] telah putus asa” 2Kor. 18. Namun, ia lalu menceritakan bagaimana Allah telah melepaskannya dan menjelaskan sarana yang dipakai-Nya untuk menolongnya “Kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi, karena kamu juga turut membantu mendoakan kami” penekanan ditambahkan. Allah berkarya melalui doa-doa kita untuk menggenapi perkara besar yang membawa kebaikan bagi hidup anak-anak-Nya. Salah satu cara terbaik mengasihi sesama adalah dengan mendoakan mereka, karena melalui itu kita membuka jalan bagi datangnya pertolongan yang hanya dapat diberikan oleh Allah. Ketika kita berdoa bagi orang lain, kita mengasihi mereka dalam kekuatan-Nya. Tiada yang lebih besar—dan lebih mengasihi—daripada Allah.—James Banks WAWASAN Rasul Paulus jelas memiliki relasi pasang-surut dengan jemaat Korintus. Dalam dua surat kepada mereka yang tercatat di dalam Alkitab, ia banyak mengoreksi berbagai perbuatan mereka sambil menanggapi beragam tuduhan atas dirinya dan serangan terhadap kerasulannya. Namun, meskipun ada konflik-konflik ini, Paulus memulai surat 2 Korintus dengan kata-kata penghiburan dari Allah untuk mereka 13-7. Kemudian, di bagian selanjutnya, ia bahkan menyatakan betapa mereka telah menghibur dirinya sekalipun ada kesulitan dalam hubungan mereka! 713. Paulus juga menceritakan sukacita yang dirasakannya ketika jemaat menghibur Titus, yang hatinya disegarkan oleh mereka. Sukacita Paulus “makin bertambah” saatg mengingat kerinduan, keluhan, dan kepedulian mereka kepadanya Sungguh menguatkan saat melihat bagaimana “Allah sumber segala penghiburan” 13 dapat memakai sarana dan pribadi yang tidak terduga untuk membawa penghiburan-Nya kepada kita.—Bill Crowder Bagaimana kamu mengasihi orang lain dengan doa-doamu? Apa saja yang dapat kamu lakukan agar lebih tekun mendoakan saudara-saudari seiman yang teraniaya karena iman mereka? Allah yang Mahakuasa dan Mahakasih, terima kasih untuk anugerah doa dan karya-karya-Mu melalui doa. Tolonglah aku untuk tekun mendoakan sesamaku hari ini! Bacaan Alkitab Setahun Amsal 3-5; 2 Korintus 1 I. Di hari-hari terakhir pelayanan fana-Nya, Yesus memberikan kepada para murid-Nya apa yang Dia sebut “perintah baru” Yohanes 1334. Diulangi tiga kali, perintah itu sederhana namun sulit “Saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu” Yohanes 1512; lihat juga ayat 17. Ajaran untuk saling mengasihi telah menjadi ajaran sentral dari pelayanan Juruselamat. Perintah besar kedua adalah “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” Matius 2239. Yesus bahkan mengajarkan, “Kasihilah musuhmu” Matius 544. Tetapi perintah untuk mengasihi orang lain sebagaimana Dia telah mengasihi kawanan domba-Nya adalah bagi para murid-Nya—dan bagi kita—sebuah tantangan yang unik. “Sesungguhnya,” Presiden Thomas S. Monson mengajarkan kepada kita April lalu, “kasih adalah inti dari Injil, dan Yesus Kristus adalah Teladan kita. Kehidupan-Nya adalah pusaka kasih.”1 Mengapa begitu sulit untuk saling memiliki kasih seperti Kristus? Itu sulit karena kita harus hidup di antara mereka yang tidak memiliki kepercayaan dan nilai dan kewajiban perjanjian yang sama dengan kita. Dalam Doa Safaat-Nya yang agung, diucapkan sesaat sebelum Penyaliban-Nya, Yesus berdoa bagi para pengikut-Nya “Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia” Yohanes 1714. Kemudian, kepada Bapa Dia memohon, “Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka daripada yang jahat” ayat 15. Kita harus hidup di dunia namun tidak menjadi dari dunia. Kita harus hidup di dunia karena, sebagaimana Yesus ajarkan dalam sebuah perumpamaan, kerajaan-Nya adalah “seperti ragi,” yang fungsinya adalah untuk menggembungkan seluruh adonan melalui pengaruhnya lihat Lukas 1321; Matius 1333; lihat juga1 Korintus 56–8. Para pengikut-Nya tidak dapat melakukan itu jika mereka bergaul hanya dengan mereka yang memiliki kepercayaan dan kebiasaan yang sama. Namun Juruselamat juga mengajarkan bahwa jika kita mengasihi Dia, kita akan menaati perintah-perintah-Nya lihat Yohanes 1415. II. Injil memiliki banyak ajaran mengenai menaati perintah sementara hidup di antara orang-orang yang berbeda kepercayaan dan kebiasaan. Ajaran mengenai perselisihan adalah penting. Ketika Kristus yang telah bangkit mendapati orang-orang Nefi berbantahan mengenai cara pembaptisan, Dia memberikan petunjuk yang jelas mengenai bagaimana tata cara ini hendaknya dilaksanakan. Kemudian Dia mengajarkan asas besar ini “Dan tidak akan ada perbantahan di antara kamu, seperti yang telah ada hingga kini; tidak juga akan ada perbantahan di antara kamu mengenai pokok-pokok ajaran-Ku, seperti yang telah ada hingga kini. Karena sesungguhnya, sesungguhnya Aku berfirman kepadamu, dia yang memiliki semangat perselisihan bukanlah dari-Ku, tetapi dari iblis, yang adalah bapa perselisihan, dan dia menghasut hati manusia untuk berselisih dengan amarah, satu sama lain. Lihatlah, ini … ajaran-Ku, bahwa hal-hal seperti itu hendaknya diakhiri” 3 Nefi 1128–30; penekanan ditambahkan. Juruselamat tidak membatasi peringatan-Nya mengenai perselisihan kepada mereka yang tidak menaati perintah tentang pembaptisan. Dia melarang perselisihan oleh siapa pun. Bahkan mereka yang menaati perintah semestinya tidak menghasut hati manusia untuk berselisih dengan amarah. “Bapa perselisihan” adalah iblis; Juruselamat adalah Pangeran Damai. Sejalan dengan itu, Alkitab mengajarkan bahwa “orang bijak meredakan amarah” Amsal 298. Para Rasul zaman dahulu mengajarkan bahwa kita hendaknya “mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera Roma 1419 dan “[berbicara tentang] kebenaran di dalam kasih” Efesus 415, “sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah” Yakobus 120. Dalam wahyu modern Tuhan memerintahkan bahwa kabar kesukaan tentang Injil yang dipulihkan hendaknya dimaklumkan “setiap orang kepada sesamanya, dalam kelunakan hati dan dalam kelembutan hati” A&P 3841, “dengan segenap kerendahan hati, … tidak mencaci maki para pencaci maki” A&P 1930. III. Bahkan sewaktu kita mengupayakan untuk menjadi lembut hati dan menghindari perselisihan, kita tidak boleh berkomproni atau melemahkan komitmen kita terhadap kebenaran-kebenaran yang kita pahami. Kita tidak boleh menyerahkan posisi-posisi kita atau nilai-nilai kita. Injil Yesus Kristus dan perjanjian-perjanjian yang telah kita buat tak pelak menempatkan kita sebagai pejuang dalam kontes kekal antara kebenaran dan kesalahan. Tidak ada tanah netral dalam kontes itu. Juruselamat memperlihatkan caranya ketika para lawan-Nya menghadapkan kepada-Nya perempuan yang telah “tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zina” Yohanes 84. Ketika merasa malu dengan kemunafikan mereka sendiri, para penuduh itu menarik diri dan meninggalkan Yesus sendirian dengan perempuan itu. Dia memperlakukan perempuan itu dengan kebaikan hati dengan menolak untuk menghukum dia pada waktu itu. Tetapi Dia juga dengan tegas mengarahkan dia untuk “jangan berbuat dosa lagi” Yohanes 811. Kebaikan hati yang penuh kasih diperlukan, namun pengikut Kristus—sama seperti sang Guru—akan teguh dalam kebenaran. IV. Seperti Juruselamat, para pengikut-Nya terkadang dihadapkan pada perilaku penuh dosa, dan dewasa ini mereka mempertahankan yang benar dan yang salah sebagaimana mereka memahaminya, kadang mereka disebut “fanatik.” Banyak nilai dan praktik duniawi menghadapkan tantangan-tantangan semacam itu kepada Orang Suci Zaman Akhir. Yang umum di antaranya dewasa ini adalah arus kuat yang mengesahkan pernikahan sesama jenis di banyak negara bagian dan di provinsi-provinsi di Amerika Serikat dan Kanada serta banyak negara lain di dunia. Kita juga hidup di antara sebagian orang yang tidak memercayai pernikahan sama sekali. Beberapa tidak percaya mengenai memiliki anak. Sebagian menentang pembatasan apa pun mengenai pornografi atau narkoba yang berbahaya. Contoh lain—familier bagi kebanyakan orang yang percaya—adalah tantangan berupa hidup dengan pasangan atau anggota keluarga yang nonanggota atau bergaul dengan rekan kerja yang tidak percaya. Di tempat-tempat yang didedikasikan, seperti bait suci, rumah peribadatan, dan rumah kita sendiri, kita hendaknya mengajarkan kebenaran dan perintah-perintah secara gamblang dan mendalam sebagaimana kita memahaminya dari rencana keselamatan yang diwahyukan dalam Injil yang dipulihkan. Hak kita untuk melakukannya dilindungi oleh jaminan undang-undang kebebasan berbicara dan beragama, seperti juga oleh privasi yang dihormati bahkan di negara-negara yang tidak memiliki jaminan undang-undang resmi. Di publik, apa yang orang beragama katakan dan lakukan melibatkan pertimbangan lain. Kebebasan menjalankan agama mencakup sebagian besar tindakan di depan umum, tetapi tunduk pada kualifikasi yang diperlukan untuk mengakomodasi kepercayaan dan kebiasaan orang lain. Hukum dapat melarang perilaku yang umumnya diakui sebagai salah atau tidak dapat diterima, seperti eksploitasi seksual, kekerasan, atau perilaku teroris, bahkan ketika dilakukan oleh para ekstremis atas nama agama. Perilaku yang tidak seserius itu, meskipun tidak dapat diterima untuk sebagian orang yang percaya, mungkin hanya perlu ditanggung saja jika disahkan oleh apa yang nabi Kitab Mormon sebut “suara rakyat” Mosia 2926. Mengenai tema ceramah di depan umum, kita semua hendaknya mengikuti ajaran-ajaran Injil untuk mengasihi sesama kita dan menghindari perselisihan. Para pengikut Kristus hendaknya menjadi teladan kesantunan. Kita hendaknya mengasihi semua orang, menjadi pendengar yang baik, dan memperlihatkan kepedulian terhadap kepercayaan tulus mereka. Meskipun kita mungkin tidak sepakat, kita hendaknya tidak bersikap tidak menyenangkan. Posisi dan komunikasi kita mengenai topik-topik yang kontroversial hendaknya tidak menimbulkan perdebatan. Kita hendaknya bijaksana dalam menjelaskan dan mengejar posisi kita dan dalam memberikan pengaruh kita. Dalam melakukannya, kita meminta agar orang lain tidak tersinggung oleh kepercayaan agama kita yang tulus dan pelaksanaan bebas dari agama kita. Kami mengimbau kita semua untuk mempraktikkan Peraturan Emas Juruselamat “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” Matius 712. Ketika posisi kita tidak diterima, kita hendaknya menerima hasil yang tidak berkenan dengan sopan, dan menunjukkan kesantunan terhadap musuh-musuh kita. Dalam peristiwa apa pun, kita hendaknya menjadi orang yang berniat baik terhadap semua, menolak penganiayaan bentuk apa pun, termasuk penganiayaan berdasarkan pada ras, etnis, kepercayaan atau ketidakpercayaan agama, dan perbedaan dalam orientasi seksual. V. Saya telah berbicara tentang asas-asas yang umum. Sekarang saya akan berbicara tentang bagaimana asas-asas itu hendaknya berlaku dalam berbagai keadaan familier di mana ajaran-ajaran Juruselamat hendaknya diikuti dengan lebih setia. Saya mulai dengan apa yang anak-anak kecil kita pelajari dalam kegiatan bermain mereka. Terlalu sering orang non-Mormon di Utah ini telah tersinggung dan dijauhi oleh beberapa anggota kita yang tidak mau memperkenankan anak-anak mereka berteman dengan anak-anak dari kepercayaan lain. Tentunya kita dapat mengajari anak-anak kita nilai-nilai dan standar-standar perilaku tanpa meminta mereka menjauhkan diri atau tidak memperlihatkan respek kepada siapa pun yang berbeda. Banyak guru di gereja dan sekolah merasa sedih mengenai cara beberapa remaja, termasuk remaja OSZA, memperlakukan satu sama lain. Perintah untuk saling mengasihi tentu saja mencakup kasih dan respek lintas agama dan juga lintas ras, budaya, dan ekonomi. Kami menantang semua remaja untuk menghindari perisakan, penghinaan, atau bahasa dan praktik yang dengan sengaja menyakiti orang lain. Semua ini melanggar perintah Juruselamat untuk saling mengasihi. Juruselamat mengajarkan bahwa perselisihan adalah alat dari si iblis. Itu tentunya mengajarkan menentang sebagian cara berbahasa dan praktik politik terkini. Hidup dengan perbedaan kebijakan adalah penting bagi politik, namun perbedaan politik tidak perlu melibatkan serangan pribadi yang meracuni proses pemerintahan dan menghukum partisipan. Kita semua hendaknya menghindari komunikasi penuh kebencian dan mempraktikkan kesantunan untuk perbedaan opini. Tatanan yang paling penting untuk menangkal perselisihan dan mempraktikan respek untuk perbedaan dalam rumah tangga dan dalam hubungan keluarga kita. Perbedaan adalah tak terelakkan—sebagian kecil dan sebagian besar. Mengenai perbedaan besar, misalkan seorang anggota keluarga menjalin hubungan hidup bersama. Itu mendatangkan dua nilai penting dalam konflik—kasih kita bagi anggota keluarga itu dan komitmen kita terhadap perintah. Dengan mengikuti teladan Juruselamat, kita dapat memperlihatkan kebaikan hati penuh kasih dan tetap teguh dalam kebenaran dengan tidak melakukan tindakan yang memfasilitasi atau tampaknya membenarkan yang kita tahu adalah salah. Saya menutup dengan contoh lain dari sebuah hubungan keluarga. Di sebuah konferensi pasak di Midwest sekitar 10 tahun lalu, saya bertemu seorang sister yang memberi tahu saya bahwa suaminya yang nonanggota telah menemaninya ke gereja selama 12 tahun namun tidak pernah bergabung dengan Gereja. Apa yang hendaknya dia lakukan? Dia bertanya. Saya menasihati dia untuk terus melakukan semua yang benar serta untuk bersikap sabar dan baik hati terhadap suaminya. Sekitar satu bulan kemudian dia menulis seperti ini “Saya pikir bahwa ke-12 tahun tersebut menunjukkan kesabaran yang baik, namun saya tidak tahu apakah saya bersikap sangat baik mengenai itu. Jadi, saya berlatih sangat keras selama lebih dari sebulan, dan dia dibaptiskan.” Kebaikan adalah luar biasa, terutama dalam tatanan keluarga. Suratnya berlanjut, “Saya bahkan berusaha untuk menjadi lebih baik hati sekarang karena kami tengah mengupayakan pemeteraian bait suci tahun ini!” Enam tahun kemudian dia menulis kepada saya surat lainnya “Suami saya [baru] dipanggil dan ditetapkan sebagai uskup [lingkungan kami].”2 VI. Dalam begitu banyak hubungan dan keadaan dalam kehidupan, kita harus hidup dengan perbedaan. Di mana penting, pihak kita terhadap perbedaan-perbedaan ini seharusnya tidak diingkari atau ditinggalkan, namun sebagai para pengikut Kristus kita hendaknya hidup dengan damai bersama orang lain yang tidak memiliki nilai yang sama dengan kita atau menerima ajaran-ajaran yang diatasnya itu dilandaskan. Rencana keselamatan Bapa, yang kita ketahui melalui wahyu kenabian, menempatkan kita dalam keadaan fana di mana kita harus menaati perintah-perintah-Nya. Itu mencakup mengasihi sesama kita dari budaya dan kepercayaan yang berbeda sebagaimana Dia telah mengasihi kita. Sebagaimana nabi Kitab Mormon ajarkan, kita harus maju terus, memiliki “kasih bagi Allah dan bagi semua orang” 2 Nefi 3120. Betapa pun sulitnya hidup dalam kekacauan di sekitar kita, perintah Juruselamat kita untuk saling mengasihi sebagaimana Dia mengasihi kita mungkin merupakan tantangan terbesar kita. Saya berdoa semoga kita dapat memahami ini dan berupaya untuk menjalankannya dalam semua hubungan dan kegiatan kita, dalam nama Yesus Kristus, amin.

naskah drama tentang mengasihi sesama